Berburu Bakmi Enak di Yogyakarta

Berburu kuliner khas lokal di Yogyakarta seringkali menjadi pengalaman seru yang mengasyikkan, terutama saat dilakukan bersama-sama kerabat dan rekan-rekan. Di malam hari, bakmi, makanan khas yang terbuat dari mie ini seolah menjadi teman yang asyik untuk bersantap sambil bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Meskipun semakin hari semakin padat, kota Yogyakarta memang seolah menjadi surganya kuliner bagi penduduk didalamnya, tua, muda, anak-anak, sampai mahasiswa, membuat banyak pedagang bakmi yang bermukim di kota ini mencari rejeki di kota ini (inset gambar: Bakmi dua Jaman, Jl Parangtritis).

Beberapa nama diantara bakmi-bakmi di kota Yogyakarta seolah telah melegenda, membaur dengan nadi kultur dan aroma ketradisionalannya. Selain dua menu wajib yaitu bakmi goreng dan bakmi rebus, pedagang bakmi biasanya juga menjual beberapa makanan "turunan", seperti nasi goreng dan nasi mawut atau magelangan, nasi yang dicampur dengan bakmi yang digoreng.

Saking larisnya, penjual bakmi-bakmi yang biasanya buka dari sore menjelang petang (sekitar jam 17:30) ini seringkali kewalahan menjual dagangannya, yang habis hanya dalam hitungan waktu dua atau tiga jam. Demikian halnya pengunjungnya, yang bahkan saking kalapnya, rela "antri" sejam sampai dua jam untuk mendapatkan seporsi bakmi kesukaan. Berdasarkan urutan keenakan (versi penulis), tujuh urutan dari beberapa bakmi yang melegenda di kota Yogyakarta adalah:

1. Bakmi Mbah Mo-Bantul (Manding)
Bakmi Mbah Mo ini begitu melegenda ditelinga penggemar bakmi, seolah melengkapi rasanya yang gurih dan lezat, terdiri dari mi kuning, telor bebek, suwiran daging ayam, serta olahan berbagai bumbu alami. Bakmi ini katanya menjadi salahsatu favorit presiden RI ke 4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Orang-orang dari berbagai penjuru Jogja rela antri berjam-jam hanya untuk mendapatkan se-porsi mi disini.

Bakmi ini dirintis oleh mbah Atmo Wiyono (mbah Mo), letaknya berada di sebuah rumah di pedesaan Manding, Bantul. Anda bisa mencapainya dengan berjalan lurus melewati jalan ke arah ParangTritis dan berbelok kanan di perempatan Manding (pusat kerajinan dari kulit). Tanyalah kepada orang-orang yang disekitar situ keberadaan bakmi Mbah Mo, karena untuk menuju tempat ini harus menempuh cukup banyak belokan. Tips: jangan kaget bila anda kebetulan bertemu rombongan artis ditempat itu, atau seringkali anda juga akan dicegat oleh tukang parkir yang berada disekitar itu dan dia akan menyatakan bahwa antrian masih lama, urutan nomer ke 50.

2. Bakmi Dua Jaman-Jogjakarta
Bakmi Dua Jaman ini disebut dua jaman, dimaksudkan karena yang menjadi pemilik bakmi ini adalah anak dari pemilik Mbah Mo, makanya disebut dua zaman, atau generasi ke -2. Entah karena guyonan, juga disebut dua jaman karena durasi waktu antrinya yang cukup lama, sekitar dua jam (dua jam-an). Rasanya, sama persis dengan bakmi Mbah Mo, karena masih satu dapur (satu resep).

Letaknya ke selatan sedikit dari perempatan Swalayan Superindo Jl. Parangtritis, atau didepan apotek- K24 Jl Parangtritis. Bakmi Dua Jaman ini cocok untuk orang-orang Jogja yang kejauhan jaraknya untuk pergi ke tempat Mbah Mo di Bantul.

3. Bakmi pak Rebo-Jogjakarta
Bakmi ini berlokasi di Katamso (Jl. Katamso No 167), letaknya di sebelah SD Kintelan, Yogyakarta, hanya beberapa ratus meter dari THR dan Pusat Elektronik Jogja Tronik. Soal rasa, jangan kaget bila rasanya mirip-mirip dengan bakmi Mbah Mo atau bakmi Dua Jaman, karena pak Rebo ini adalah kakak ipar dari Mbah Atmo Wiyono (Mbah Mo). Terdiri dari campuran mi kuning, telor bebek dan suwiran ayam.

4. Bakmi Mbah Wito-Wonosari
Warung bakmi Mbah Wito letaknya berada di tepi jalan raya lingkar luar Gunung Kidul (Wonosari). Pengunjung sekaligus bisa menikmati suasana malam pedesaan dari warung Mbah Wito. Selain mi jawa sebagai menu utama, pembeli juga bisa memesan mi jawa goreng atau nasi goreng. Warung Mbah Wito juga menyediakan kekhasan minuman wong Gunung Kidul, yaitu teh poci dengan gula batu. Teh poci Mbah Wito terkenal nasgitel atau panas, legi (manis), dan kental. Bakmi ini cocok dikunjungi setelah anda berekreasi di kompleks pantai yang ada di Wonosari, seperti pantai Indrayanti atau Pantai Ngandong.

5. Bakmi Pele-Jogjakarta
Bakmi Pele ini terletak tepat di ujung di alun-alun utara kota Yogyakarta, tepat disamping SD Keputran. Rasanya agak berbeda dengan bakmi Yogya pada umumnya, karena tidak seperti bakmi-bakmi yang lain yang tanpa kecap, disini bumbunya menggunakan kecap sebagai penyedap, dengan bentuk bakmi yang agak lebih tebal. Bakmi Pele ini menggabungkan nuansa romantisme kota Jogja secara keseluruhan yang dibungkus dalam satu frame: alun-alun, keraton, pengamen, dan...... bakmi!

6. Bakmi Shibitsu (Si Bisu)-Jogjakarta
Disebut bakmi si bisu, karena ada salahsatu pelayannya bisu (tuna wicara). Mi nya terdiri dari campuran mi kuning dan mi putih. Letaknya di Jalan Raya Bantul No.106. Tempat ini dapat ditempuh sekitar lima menit dari Malioboro, tepatnya 500 meter selatan Pojok Beteng Kulon. Jangan terkecoh oleh namanya yang agak mirip-mirip Jepang, karena bakmi ini aseli dari Yogya. Siap-siap berbahasa isyarat bila ingin memesan bakmi disini.

7. Bakmi Kadin-Jogjakarta
letaknya di Jl. Bintaran Kulon no 3-6, tidak jauh dari Malioboro, bersebelahan dengan kantor Kadin (Kamar Dagang dan Industri), dan berseberangan dengan swalayan Superindo Jl. Kusumanegara. Menunya, bakmi kuning dengan campuran kecap, suwiran ayam dan penyedap. Bakmi ini (dahulunya) terkenal sebagai salah satu menu favorit keluarga Presiden Soeharto jika sedang berada di kota Yogyakarta, terutama karena letaknya yang tidak jauh dari Gedung Agung (istana Kepresidenan RI di Yogyakarta).



Berbagai Pilihan Hotel di Yogyakarta:


Atraksi wisata di Yogyakarta:


Other hotels in Yogyakarta:

co branding with