Keeksotisan desa tradisional Tenganan, Pegringsingan, Bali



Desa tradisional Tenganan terletak di bagian timur pulau Bali, melalui jalan by pass menuju ke arah Singaraja. 
Akses dari Denpasar ke Tenganan : 
jarak tempuh dari kota Denpasar ke desa Tenganan adalah kurang lebih 2 jam dengan kendaraan mobil. Desa Tenganan juga dapat dicapai dari Ubud, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan.
Di depan pintu gerbang desa kita akan disambut dengan pengrajin seni yang membuat lukisan di daun lontar, dan beberapa pedagang yang menawarkan makanan ringan dan minuman. Keeksotisan desa Tenganan ini dapat dilihat pada bentuk bangunannya yang masih menggunakan atap ijuk dan kayu sebagai material utama. Masyarakat ditempat tersebut sangat menjaga kelestarian budaya lokalnya terutama adat istiadat. Site plan desa dibentuk  dengan pola teras sering. Di ujung paling atas diletakkan tempat pemujaan (pure), karena posisi ter-atas merupakan tempat yang paling suci. Setelah pure, ada lapangan terbuka, (court yard) yang sering digunakan anak-anak untuk bermain layangan. 
Setelah lapangan, ada bangunan bale, tempat berkumpulnya masyarakat. bale ini dibangun dengan arsitektur panggung, dan apabila kosong dibawah bale ini sering digunakan sebagai tempat memelihara ayam, dan didekatnya juga dijumpai beberapa hewan peliharaan lain seperti kerbau dan anjing. Didekat bale terdapat lumbung besar, tempat menyimpan hasil panen. Beberapa fasilitas umum seperti sekolah, dan rumah-rumah penduduk diletakkan mengelilingi bangunan-bangunan publik tersebut, menghadap ke dalam. Rumah-rumah ini juga berfungsi sebagai barrier/tembok pembatas desa dengan lingkungan luar.
article dalam bahasa inggris Tenganan Traditional Village, Bali

other articles :
Hotel termurah di Bali 2013, Swiss Belhotel Bali Kuta Resort, Uma Sari Ubud Hotel and Cottage

co branding with